Lirik Taragak Pulang - Dira Sati, Eja, Abdi + Chord Gitar & Keyboard Lengkap, Arti dan Makna Versi Mudah

Taragak Pulang

Alah batahun rantau manjadi labuahan hiduik
Tabayang kampuang tampek bamain maso dulunyo
Rindu manahun manyeso diri, siang jo malam samakin laruik
Mandayo badan pulang ka kampuang nan denai cinto
Mandayo badan pulang ka kampuang nan denai cinto

Oh, mandeh kanduang, usah risaukan denai di siko
Kok lai untuang suratan Tuhan ka bakeh ambo
Di hari rayo nan ka tibo, denai pulang jo minantu bundo
Jo oto baru, kileknyo rancak, sirah warnanyo
Jo oto baru, kileknyo rancak, sirah warnanyo

Oi, dunsanak, marilah kito
Pulang ka kampuang basamo
Oi, sanak, marilah kito
Pulang ka kampuang basamo-samo

Alah batahun rantau manjadi labuahan hiduik
Tabayang kampuang tampek bamain maso dulunyo
Rindu manahun manyeso diri, siang jo malam samakin laruik
Mandayo badan pulang ka kampuang nan denai cinto
Mandayo badan pulang ka kampuang nan denai cinto

Oh, mandeh kanduang, usah risaukan denai di siko
Kok lai untuang suratan Tuhan ka bakeh ambo
Di hari rayo nan ka tibo, denai pulang jo minantu bundo
Jo oto baru, kileknyo rancak, sirah warnanyo
Jo oto baru, kileknyo rancak, sirah warnanyo

Oi, dunsanak, marilah kito
Pulang ka kampuang basamo
Oi, sanak, marilah kito
Pulang ka kampuang basamo-samo


Lagu terbaru tersedia di sini: Silahkan“ KLIK INI” untuk melihat lirik lagu terbaru tersebut.!


Taragak Pulang = F

Intro
F  Bb  C  F
Bb F  C  F

Verse 1

F
Alah batahun rantau manjadi
C
Labuahan hiduik
Bb
Tabayang kampuang tampek bamain
F
Maso dulunyo
F
Rindu manahun manyeso diri
Bb
Siang jo malam samakin laruik
C
Mandayo badan pulang ka kampuang
F
Nan denai cinto
C
Mandayo badan pulang ka kampuang
F
Nan denai cinto

Verse 2
F
Oh, mandeh kanduang, usah risaukan
C
Denai di siko
Bb
Kok lai untuang suratan Tuhan
F
Ka bakeh ambo
F
Di hari rayo nan ka tibo
Bb
Denai pulang jo minantu bundo
C
Jo oto baru, kileknyo rancak
F
Sirah warnanyo
C
Jo oto baru, kileknyo rancak
F
Sirah warnanyo

Chorus
F
Oi, dunsanak...
Bb
Marilah kito...
C
Pulang ka kampuang
F
Basamo-sama
F
Oi, sanak...
Bb
Marilah kito...
C
Pulang ka kampuang
F
Basamo-samo

Interlude / Musik
F  Bb  C  F
Bb F  C  F


(Ulangi dari Verse 1, Verse 2, hingga Chorus)


Lagu “Taragak Pulang” merupakan salah satu karya musik daerah Minangkabau yang sarat dengan nuansa kerinduan, nostalgia, dan kecintaan terhadap kampung halaman. Dengan lirik berbahasa Minang yang khas, lagu ini mampu menghadirkan suasana emosional yang mendalam bagi para perantau yang hidup jauh dari tanah kelahirannya. Tema yang diangkat sangat dekat dengan realitas sosial masyarakat Minangkabau yang memiliki tradisi merantau sebagai bagian dari perjalanan hidup. Oleh karena itu, lagu ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga media ekspresi kerinduan serta harapan untuk kembali berkumpul dengan keluarga di kampung halaman, terutama pada momen istimewa seperti hari raya.

1. Arti lagu ini
Arti lagu ini secara umum menggambarkan perasaan seorang perantau yang telah lama tinggal jauh dari kampung halamannya. Ia merasakan kerinduan yang mendalam terhadap tempat ia dibesarkan, termasuk kenangan masa kecil yang penuh kebahagiaan. Lirik seperti “Alah batahun rantau manjadi labuahan hiduik” menunjukkan bahwa kehidupan di perantauan telah dijalani selama bertahun-tahun. Namun, meskipun telah terbiasa, perasaan rindu terhadap kampung halaman tetap kuat. Lagu ini juga mengungkapkan keinginan untuk pulang, bertemu keluarga, serta menikmati kembali suasana kampung yang penuh kehangatan. Selain itu, terdapat unsur harapan bahwa suatu saat ia akan kembali dengan membawa keberhasilan, yang ditandai dengan simbol seperti “oto baru” sebagai representasi kesuksesan di rantau.

2. Terjemahan Indonesia
Secara garis besar, terjemahan lagu ini ke dalam Bahasa Indonesia menceritakan bahwa seseorang telah lama merantau dan menjadikan rantau sebagai tempat menjalani kehidupan. Ia sering teringat kampung halaman tempat ia bermain di masa kecil. Rasa rindu yang mendalam semakin terasa siang dan malam, hingga muncul keinginan kuat untuk pulang ke kampung yang dicintainya. Ia juga menenangkan ibunya agar tidak khawatir, karena ia yakin bahwa jika sudah menjadi kehendak Tuhan, ia akan kembali. Pada saat hari raya tiba, ia berjanji akan pulang bersama pasangan atau keluarga, bahkan digambarkan dengan membawa mobil baru sebagai simbol keberhasilan. Selain itu, ia juga mengajak saudara dan kerabat untuk pulang bersama ke kampung halaman, memperkuat nilai kebersamaan dan kekeluargaan dalam budaya Minangkabau.

3. Makna Lagu ini
Makna lagu ini sangat dalam dan menyentuh, terutama bagi mereka yang pernah atau sedang merantau. Lagu ini menggambarkan bahwa sejauh apa pun seseorang pergi, kampung halaman tetap memiliki tempat istimewa di hati. Kerinduan terhadap keluarga, terutama ibu (“mandeh kanduang”), menjadi salah satu inti emosional dalam lagu ini. Selain itu, lagu ini juga mengandung makna tentang perjuangan hidup. Merantau bukanlah hal yang mudah, tetapi dilakukan demi mencapai kehidupan yang lebih baik. Dalam konteks ini, pulang kampung bukan hanya sekadar kembali secara fisik, tetapi juga membawa hasil dari perjuangan tersebut. Lagu ini juga menekankan nilai religius, dengan menyebutkan bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Tuhan. Dengan demikian, lagu ini mengandung pesan tentang kesabaran, harapan, dan kepercayaan terhadap takdir.

4. Latar belakang lagu ini
Latar belakang lagu ini erat kaitannya dengan budaya Minangkabau yang dikenal dengan tradisi merantau. Dalam budaya ini, laki-laki khususnya didorong untuk pergi ke luar daerah guna mencari pengalaman, ilmu, dan penghidupan yang lebih baik. Tradisi ini telah berlangsung sejak lama dan menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Minang. Lagu “Taragak Pulang” lahir sebagai refleksi dari pengalaman kolektif tersebut. Banyak perantau yang merasakan hal yang sama, yaitu kerinduan terhadap kampung halaman dan keluarga. Selain itu, momen hari raya seperti Idulfitri sering menjadi waktu yang paling dinanti untuk pulang. Oleh karena itu, lagu ini juga dapat dipahami sebagai representasi budaya mudik yang sangat kuat di Indonesia, khususnya di kalangan masyarakat Minangkabau.

5. Fakta menarik atau keunikan lagu ini

Salah satu keunikan lagu ini adalah penggunaan bahasa Minangkabau yang autentik, sehingga memberikan nuansa lokal yang kuat sekaligus memperkaya khazanah musik daerah Indonesia. Selain itu, lagu ini memiliki daya tarik emosional yang tinggi karena mampu menggambarkan perasaan rindu secara sederhana namun mendalam. Penggunaan simbol seperti “oto baru” menjadi menarik karena mencerminkan keberhasilan perantau dalam cara yang konkret dan mudah dipahami. Keunikan lainnya adalah adanya ajakan kolektif dalam lirik “marilah kito pulang ka kampuang basamo,” yang menekankan pentingnya kebersamaan dan solidaritas sosial. Lagu ini juga sering diputar atau dinyanyikan menjelang musim mudik, sehingga memiliki nilai budaya yang kuat sebagai bagian dari tradisi masyarakat.

Kesimpulan
Lagu “Taragak Pulang” merupakan karya yang tidak hanya indah secara musikal, tetapi juga kaya akan makna sosial dan budaya. Lagu ini berhasil menggambarkan perasaan rindu, harapan, dan kecintaan terhadap kampung halaman yang dirasakan oleh para perantau. Melalui lirik yang sederhana namun penuh emosi, lagu ini menyampaikan pesan tentang pentingnya keluarga, perjuangan hidup, dan nilai-nilai kebersamaan. Selain itu, lagu ini juga menjadi representasi kuat dari budaya merantau dan tradisi mudik yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia. Dengan demikian, “Taragak Pulang” tidak hanya menjadi lagu, tetapi juga cerminan identitas dan pengalaman hidup yang universal.


#LaguMinang #MusikMinang #MinangSong #LaguPopulerMinang #CoverLaguMinang #LaguViralMinang

Belum ada Komentar untuk "Lirik Taragak Pulang - Dira Sati, Eja, Abdi + Chord Gitar & Keyboard Lengkap, Arti dan Makna Versi Mudah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel